27 Steps of May: Angkat Kisah Pemerkosaan Riset Lewat Testimoni Korban

Deskripsi singkat:  Film 27 Steps of May yang ditulis dan diproduseri Rayya Makarim hadir lewat riset dari testimoni korban perkosaan.

27 Steps of May: Angkat Kisah Pemerkosaan Riset Lewat Testimoni Korban

Penulis naskah sekaligus produser 27 Steps of May, Rayya Makarim mengaku kesulitan untuk melakukan riset langsung pada korban-korban pemerkosaan. Oleh sebab itu, riset dilakukannya dengan membaca testimoni-testimoni para korban pemerkosaan itu.

Sulitnya Melakukan Riset Langsung pada Korban Pemerkosaan

“Untuk nanya langsung ke korban lebih susah karena mereka, ‘Oh ini untuk film’ jadi kita approachnya rada susah untuk langsung, tapi kita membaca banyak sekali testimoni dari para korban,” ungkap Rayya Makarim saat ditemui di CGV FX Sudirman, Jakarta Pusat tepatnya hari Minggu (5/5) lalu.

“Jadi kita membaca apa yang diceritakan mereka, kita juga membaca banyak teori-teori psikologis karena ini adalah cerita yang sensitive jadi ngga bisa asal-asalan saja risetnya,” katanya lagi.

Di dalam film ini, May yang diperankan oleh Raihaanun membuka bagaimana seorang gadis bisa menjadi sangat traumatis setelah mengalami pemerkosaan. May mengalami trauma selama 8 tahun akibat diperkosa sekelompok orang.

Menurut Rayya, berdasarkan riset yang didapatkannya ada orang yang mengalami trauma yang jauh lebih Panjang dibandingkan May. Bahkan ada togel terpercaya yang sampai nekat mengakhiri hidupnya. “Oh bahkan ada yang lebih, ada yang bunuh diri. Wah, banyak sekali, kita Cuma memilih oke ini cerita kita, tapi cerita May May yang lainnya di luar sana ada beribu-ribu, banyak sekali dan ya tinggal gradasinya saja,” imbuhnya lagi.

Untuk diketahui, karakter May di dalam 27 Steps of May ini menarik diri sepenuhnya dari kehidupan karena ia mengalami trauma berat yang amat mendalam. Kehidupannya ia jalani tanpa ada koneksi, emosi dan juga kata-kata. May hanya hidup berdua saja dengan bapaknya (Lukman Sardi) yang terjebak di perasaan bersalahnya.

Ayah May di dalam film ini memiliki karakter yang lembut yang mau mengorbankan segelanya demi memberikan kenyamanan dan juga perlindungan untuk anak perempuan semata wayangnya.

Makna Mendalam 27 Steps of May Menurut Rayya

Rayya juga mengatakan bahwa ia membutuhkan waktu sampai 5 tahun lamanya untuk membuat naskah film ini dan juga proses syutingnya. Kayanya sosok pemeran utama May yang diperankan oleh Raihaanun ini sangat amat minim dalam dialog. Karena itu pesan yang disampaikannya juga lewat visual saja pada penontonnya. Dan itu dibuatnya dengan proses pemikiran yang amat mendalam.

“Karena untuk merunut semua langkah-langkah May dengan sangat detail itu perlu diskusi yang sangat Panjang, perlu mencari kenapa boneka, kenapa lobang, yang sebenarnya fungsinya itu satu, yaitu perlu ada rutinitas yang ia lakukan tiap hari, yang cukup detail,” ungkapnya lagi.

Sebagai seorang penulis scenario, Rayya sendiri menganggap bahwa film yang minim sekali dialog ini adalah sebuah proses kreatif. Dengan ceritanya yang sangat sederhana, dirinya dituntut untuk membuat cerita yang menarik secara visual, tanpa banyak babibu.

“Semua yang kamu lihat, semua gerakan, semua itu ada di naskah. Jadi bukan kalau film gak ada dialognya it uterus skrip writernya ngapain, ya semua gerakan tangan, ritik koma itu ada dan juga saya kira orang lupa bahwa film adalah media visual, jadi apa yang saya representasikan ya lewat visual,” katanya lagi menegaskan.

“Dialog bisa dikeluarkan, dan saya selalu di-training saya adalah words make you think, image make you feel, jadi di mana saya bisa membuang dialog untuk bisa merepresentasikan dengan sebuah image itu lebih baik,” pungkas Rayya.