Anies Ingin Tata Ulang Kawasan Tamansari Yang Habis Terbakar

Permasalahan di kota besar dengan jumlah penduduk yang tinggi, salah satunya adalah kebakaran yang cepat sekali menyebar. Seperti yang baru saja terjadi, di Kelurahan Krukut, Tamansari, Jakarta Barat, dini hari Sabtu (27 Januari 2018).

 

286 Bangunan Terbakar, 1.327 Warga Kehilangan Tempat Tinggal

Tak tanggung-tanggung, ratusan rumah yang mencakup 10 RT, dengan luas kawasan sebesar 3.500 m2 dilahap sang jago merah. Tim Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) DKI Jakarta bahkan sampai mengirimkan 38 unit mobil pemadam, yang berisi 210 personel, agar dapat memadamkan api.

 

Kejadian kebakaran tersebut terjadi bukan tanpa sebab, melainkan karena ada seorang warga berinsial S (35 tahun) diduga menjadi penyebabnya. S diduga membakar rumahnya sendiri, tapi ternyata bukan hanya rumahnya saja yang terbakar, tapi api juga merembet ke rumah-rumah lainnya.  Atas perbuatan Bandar Togel SGP yang dilakukan S, polisi telah mengamankan S untuk melakukan penyelidikan adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa itu.

 

“Kami bawa ke Polres Metro Jakarta Barat untuk menjalani pemeriksaan. Ada saksi lain dari warga sekitar juga kami mintai keterangan,” ungkap Kompol Teguh Nugroho selaku Wakapolsek Metro Tamansari, Sabtu (27/1).

 

Peristiwa itu membuat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan datang ke lokasi pada sore hari setelah kebakaran, untuk melakukan peninjauan. Anies mengunjungi warga yang berada di tenda pengungsian, mushala dan masjid. Tak hanya itu saja, Anies juga meninjau bangunan yang telah menjadi puing, akibat kebakaran tersebut.

 

Mantan Menteri tersebut mengungkapkan, akibat kebakaran itu, ada 286 bangunan yang hangus terbakar, dan terdapat 1.327 orang kehilangan rumah, sehingga mengharuskan mereka untuk mengungsi. Diantara jumlah tersebut, ada 386 yang masih anak-anak.

 

Pemerintah tentu saja tak tinggal diam dengan kejadian itu, Pemerintah Kota Jakarta Barat sudah membangun tenda-tenda pengungsian, tempat penyediaan makanan dan tenda pelayanan kesehatan. Tak hanya itu saja, Dinas Sosial DKI juga turut mendirikan tenda agar dapat mendistribusikan bantuan-bantuan lain.

 

Bahkan Anies meminta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI untuk mengurus dokumen kependudukan milik warga, yang sudah hangus terbakar api.

“Dukcapil untuk mulai menyiapkan surat-surat karena mayoritas mereka pergi hanya membawa baju yang menempel, pastikan tidak ada surat-surat yang tidak bisa diperbaharui. Kemudian Dinas Sosial sudah bekerja, Dinas Kesehatan dan lain-lain,” jelas Anies.

 

Anies juga menghimbau warganya yang tidak mengalami, untuk menyumbangkan bantuan ke posko di Jalan Krukut Lio. Kebutuhan-kebutuhan pokok yang diperlukan warga, seperti makanan, pakaian, perlengkapan bayi, vitamin, perlengkapan sekolah anak-anak.

 

Anies Ingin Tata Ulang Tamansari

Anies menyampaikan kalau permukiman tersebut adalah daerah yang memiliki penduduk sangat tinggi. Bahkan 1 rumah berukuran kecil, rata-rata ditinggali 6 orang.

“Permukimannya sangat padat. Tadi satu rumah ukuran 3×4 (meter), isi 6 orang, sudah ada kamar mandi. Bisa dibayangkan, memang tempat ini sangat padat sekali,” kata Anies.

 

Pada kesempatan itu, Anies mengungkapkan keinginannya untuk membangun ulang daerah tersebut, agar menjadi kawasan aman dari bencana. Namun, Anies juga mengatakan kalau ada banyak hal yang mesti diperhatikan untuk melakukan pembangunan ulang di permukiman yang hangus terbakar itu.

 

“Penataan kami lihat lagi karena kami harus melihat status tanah, soal kepemilikan. Tentu kami menginginkan nanti ketika dibangun menjadi permukiman yang aman, yang terbebas dari potensi-potensi kebakaran,” ungkap Anies.

 

Walaupun rencana tersebut sudah disampaikan, tapi penataan wilayah tersebut bukan menjadi prioritas untuk sekarang. Anies mengungkapkan, kalau saat ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih fokus untuk mengamankan dan menyelamatkan warga pengungsi, karena peristiwa kebakaran.